Picture
Mungkin dua kata itu kuanggap paling tepat untuk mengungkapkan arti pentingnya kebersamaan dalam sebuah keluarga. Entah itu antara suami istri, bapak Ibu, ortu dengan anak, kakak dan ade, bahkan kita dengan pembantu di rumah pun. Terkadang kita  “lupa” menyadari pada saat kita berdekatan dengan mereka, kita tidak memikirkan bahwa arti hadirnya mereka sangat penting. Tapi.. saat kita berada di tempat yang berbeda, jauh dari mereka dan lagi sendiri betapa kita akan merasakan kesepian, kangen dan membutuhkan mereka. Apalagi kalau kita lagi jatuh sakit, di perantauan lagi. Aduuuhhh… pasti kebayang deh bagaimana rasanya menderita hidup “sebatang kara”.

setiap individu manusia pastilah memiliki keterbatasan baik masalah kemampuan sampai dengan masalah kesempatan. Dalam beberapa hal kadang kita merasa bahwa diri kita adalah superior dan serasa memiliki hampir semua kemampuan yang di miliki oleh orang lain, tidak jarang pula kadang kita  serakah dalam mengungkungi beberapa bidang baik dalam segi usaha maupun masalah  kemampuan .

siapa yang tidak kepingin sukses dalam setiap usaha yang kita bangun dengan kemadirian, tentu semua sangat menginginkan keberhasilan dalam setiap usaha yang kita rintis dan kita rencanakan dengan matang oleh konsep yang ada dalam benak kita .

Namun apabila kita kembali menyadari akan kemungkinan pada sebuah keberhasilan dalam beberapa hal kita haruslah membunuh beberapa sifat individualisme yang ada dalam diri kita , sebab kemandirian yang sukses dan berhasil bukan berarti mengagungkan egosentris yang berlebihan.


Dalam satu contoh keterbatasan yang saya miliki adalah berharganya waktu yang sangat membatasi kemampuan pada kesempatan yang akan kita lalui kadang akan terlewat dengan begitu saja tanpa membuahkan hasil, tentu bukan hal yang mudah jikala saya memiliki keinginan yang berbeda dalam waktu yang sama dan memiliki target dalam pencapaian yang sama dalam kurun waktu yang sama pula ,

Itu semua hanya sebuah ungkapanku tentang apa yang disebut dengan kebersamaan, dan hal ini pula yang senantiasa kami lakukan di sekolah, yah SLB Permatahati adalah sebuah lembaga pendidikan anak berkebutuhan khusus yang telah menjadi baigian dari keluarga buatku, kebersamaan adalah bagian penting yang tak pernah kami tinggalkan, kami telah terbiasa melakukan pekerjaan bersama, saat mengerjakan tugas tugas yang menumpuk seperti administrasi mengajar misalnya, hingga makan makan yang selalu kami agendakan di setiap minggunya.

Mungkin begitulah kegiatan kami di sekolah, satu hal yang ingin saya ungkapkan disini bahwa terkadang hidup adalah untuk berbagi, hidup terasa lebih bermanfaat ketika kita bisa membuat orang bahagia, tertawa dan kita begitu berarti bagi orang lain.

 
 
Teknologi informasi serta Komunikasi dewasa ini berkembang cepat menurut deret ukur. Dari tahun ke bulan, dari bulan ke minggu, dari minggu ke hari, dari hari ke jam, dan dari jam ke detik! Oleh karena itulah para cerdik-cendekia sepakat pada suatu argumen, bahwa: informasi memudahkan kehidupan manusia tanpa harus kehilangan kehumanisannya.
Manusia tidak bisa lepas dari pendidikan yang sebenarnya juga merupakan kegiatan informasi, bahkan dengan pendidikanlah informasi ilmu pengetahuan dan teknologi dapat disebarluaskan kepada generasi penerus suatu bangsa.

Pengaruh dari Teknologi informasi dan komunikasi terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan Teknologi informasi dan komunikasi ada lima pergeseran di dalam proses pembelajaran yaitu:

  1. Pergeseran dari pelatihan ke penampilan,
  2. Pergeseran dari ruang kelas ke di mana dankapan saja,
  3. Pergeseran dari kertas ke “on line” atau saluran,
  4. Pergeseran fasilitasfisik ke fasilitas jaringan kerja,
  5. Pergeseran dari waktu siklus ke waktu nyata.
Sebagai media pendidikan komunikasi dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dsb. Interaksi antara guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media-media tersebut.

Dengan adanya teknologi informasi sekarang ini guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber melalui cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet. Hal yang paling mutakhir adalah berkembangnya apa yang disebut “cyber teaching” atau pengajaran maya, yaitu proses pengajaran yang dilakukan dengan menggunakan internet. Istilah lain yang makin poluper saat ini ialah e-learning yaitu satu model pembelajaran dengan menggunakan media teknologi komunikasi dan informasi khususnya internet.
E-learning merupakan satu penggunaan teknologi internet dalam penyampaian pembelajaran dalam jangkauan luas yang belandaskan tiga kriteria yaitu:

  1. E-learning merupakan jaringan dengan kemampuan untuk memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi materi ajar atau informasi,
  2. Pengiriman sampai ke pengguna terakhir melalui komputer dengan menggunakan teknologi internet yang standar,
  3. Memfokuskan pada pandangan yang paling luas tentang pembelajaran di balik paradigma pembelajaran tradisional. (Rosenberg 2001; 28)
Pada saat ini e-learning telah berkembang dalam berbagai model pembelajaran yang berbasis TIK seperti: CBT (Computer Based Training), CBI (Computer Based Instruction), Distance Learning, Distance Education, CLE (Cybernetic Learning Environment), Desktop Videoconferencing, ILS (Integrated Learning Syatem), LCC (Learner-Cemterted Classroom), Teleconferencing, WBT (Web-Based Training), dsb.

Perkembangan Pendidkan di Era Globalisasi.

Kerjasama yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah antar pakar dan juga dengan mahasiswa. Padahal dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh menempuh ruang dan waktu untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring dan mailing list. Bayangkan apabila seorang mahasiswa di Sulawesi dapat berdiskusi masalah teknologi komputer dengan seorang pakar di universitas terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.

Di dalam bidang penelitian juga diperlukan Sharing information agar penelitian tidak berulang (reinvent the wheel). Hasil-hasil penelitian di perguruan tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi.

Sebuah aplikasi baru bagi Internet yaitu Virtual university. Virtual university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas? Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 40 – 50 orang. Virtual university dapat diakses oleh siapa saja, darimana saja. Penyedia layanan Virtual University ini adalah www.ibuteledukasi.com . Mungkin sekarang ini Virtual University layanannya belum efektif karena teknologi yang masih minim. Namun diharapkan di masa depan Virtual University ini dapat menggunakan teknologi yang lebih handal semisal Video Streaming yang dimasa mendatang akan dihadirkan oleh ISP lokal, sehingga tercipta suatu sistem belajar mengajar yang efektif yang diimpi-impikan oleh setiap ahli IT di dunia Pendidikan. Virtual School juga diharapkan untuk hadir pada jangka waktu satu dasawarsa ke depan.

Manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang pendidikan di Indonesia. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di Indonesia adalah akses-akses :

  1. Perpustakaan;
  2. Pakar;
  3. Kegiatan kuliah dilakukan secara online;
  4. Tersedianya layanan informasi akademik suatu institusi pendidikan;
  5. Tersedianya fasilitas mesin pencari data;
  6. Tersedianya fasilitas diskusi;
  7. Tersedianya fasilitas direktori alumni dan sekolah;
  8. Tersedianya fasilitas kerjasama.
Sumber : http://www.perpustakaan-online.blogspot.com/2008/05/pentingnya-teknologi-informasi-dalam.html